pagi ini aku bangun jam 4.30, kira-kira. tidur jam 3 malam. bangun tidur mata berat kepala juga ngikut... makalahku belum selesai semua. baru 3.
ini dia;;
BUNYI..................
BAB I
LATAR BELAKANG
TUJUAN
MANFAAT
BATASAN
BAB II
Gelombang
Gelombang adalah bentuk dari getaran yang merambat pada suatu medium. Pada gelombang yang merambat adalah gelombangnya, bukan zat medium perantaranya. Satu gelombang dapat dilihat panjangnya dengan menghitung jarak antara lembah dan bukit (gelombang tranversal) atau menghitung jarak antara satu rapatan dengan satu renggangan (gelombang longitudinal). Cepat rambat gelombang adalah jarak yang ditempuh oleh gelombang dalam waktu satu detik.
1. Jenis-Jenis Gelombang :
Berdasarkan karakteristiknya, gelombang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
a) Gelombang Transversal
Gelombang transversal adalah gelombang yang arah rambatannya tegak lurus dengan arah rambatannya. Satu gelombang terdiri atas satu lembah dan satu bukit, misalnya seperti riak gelombang air, benang yang digetarkan, dsb.
b) Gelombang Longitudinal
Gelombang logitudinal adalah gelombang yang merambat dalam arah yang berimpitan dengan arah getaran pada tiap bagian yang ada. Gelombang yang terjadi berupa rapatan dan renggangan. Contoh gelombang longitudinal seperti slingki / pegas yang ditarik ke samping lalu dilepas.
Berdasarkan kemampuan untuk melalui suatu media
Gelombang mekanikal Gelombang ini tidak sanggup melewati ruang hampa udara (vacuum) Termasuk disini adalah : gelombang pada seutas tali, gelombang air laut, dll. Gelombang Elektromagnetik Jenis gelombang ini memiliki kecepatan 3.00 x 108 m/s dan sanggup melewati ruang hampa udara (vacuum)
Termasuk disini adalah : gelombang radio, gelombang cahaya, dll. Masing-masing gelombang memiliki kesamaan dasar , yaitu : Karena gelombang adalah rambatan energi dimana besarnya energi digambarkan sebagai tinggi atau amplitudo gelombang, maka saat gelombang ini merambat, sepanjang perjalanan rambatannya ia akan kehilangan atau berkurangnya energi sampai akhirnya ia kehabisan energi. Gambar yang ini, nampak secara horizontal (mendatar), gelombang ini kehabisan energi Gambar yang ini, nampak secara vertikal (tegak), gelombang ini kehabisan energi
BUNYI
1. Pengertian Dan Arti Definisi Bunyi
Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara.
Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel.
Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran di udara atau medium lain, sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya. Suara di atas 20 kHz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebut infrasonik.
Bunyi kereta lebih nyaring daripada bunyi bisikan, sebab bunyi kereta menghasilkan getaran lebih besar di udara. Kenyaringan bunyi juga bergantung pada jarak kita ke sumber bunyi. Kenyaringan diukur dalam satuan desibel (dB). Bunyi pesawat jet yang lepas landas mencapai sekitar 120 dB. Sedang bunyi desiran daun sekitar 33 dB.
Gelombang bunyi terdiri dari molekul-molekul udara yang bergetar maju-mundur. Tiap saat, molekul-molekul itu berdesakan di beberapa tempat, sehingga menghasilkan wilayah tekanan tinggi, tapi di tempat lain merenggang, sehingga menghasilkan wilayah tekanan rendah. Gelombang bertekanan tinggi dan rendah secara bergantian bergerak di udara, menyebar dari sumber bunyi. Gelombang bunyi ini menghantarkan bunyi ke telinga manusia,Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal.
Bunyi merambat di udara dengan kecepatan 1.224 km/jam. Bunyi merambat lebih lambat jika suhu dan tekanan udara lebih rendah. Di udara tipis dan dingin pada ketinggian lebih dari 11 km, kecepatan bunyi 1.000 km/jam. Di air, kecepatannya 5.400 km/jam, jauh lebih cepat daripada di udara Rumus mencari cepat rambat bunyi adalah v=s:t Dengan s panjang Gelombang bunyi dan t waktu
Suatu benda, misalnya gelas, mengeluarkan nada musik jika diketuk sebab ia memiliki frekuensi getaran alami sendiri. Jika kita menyanyikan nada musik berfrekuensi sama dengan suatu benda, benda itu akan bergetar. Peristiwa ini dinamakan resonansi. Bunyi yang sangat keras dapat mengakibatkan gelas beresonansi begitu kuatnya sehingga pecah
2. Kecepatan Bunyi / Cepat Rambat Bunyi Di Udara
Pada suhu udara 15 derajat selsius bunyi dapat merambat di udara bebas pada kecepatan 340 meter per detik. Rumus cepat rambat bunyi adalah v = S/t yaitu jarak tempuh dibagi waktu tempuh. Suhu udara yang lebih panas atau lebih dingin memengaruhi kecepatan bunyi di udara. Semakin rendah suhu udara makan cepat rambat bunyi semakin cepat karena partikel udara lebih banyak..
Bunyi tidak dapat terdengar pada ruang hampa udara karena bunyi membutuhkan zat perantara untuk menghantarkan bunyi baik zat padat, cair maupun gas.
Suara adalah gelombang longitudinal, transversal dan tekanan gelombang
.
3. Resonansi bunyi
Suatu benda, misalnya gelas, mengeluarkan nada musik jika diketuk sebab ia memiliki frekuensi getaran alami sendiri. Jika kita menyanyikan nada musik berfrekuensi sama dengan suatu benda, benda itu akan bergetar. Peristiwa ini dinamakan resonansi. Bunyi yang sangat keras dapat mengakibatkan gelas beresonansi begitu kuatnya sehingga pecah. Atau dapat disimpulkan bahwa resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena pengaruh getaran benda lain.
Contah peristiwa frekuensi:
a) Sinar gitar dipetik, udara dalam gitar beresonansi
b) Dua garpu tala yang frekuensinya sama ketika di getarkan yang satu maka yang lainnya ikut bergetar.
c) Resonani pada ayunan, ketika dua buah bandul di dekatkan dan salah satunya digerakkan maka secara matematis bandul lainnya ikut ber ayun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar